Polres Belawan Tangkap Pelaku Pencurian di SMA Negeri 20 Setelah 2 Bulan Buron

Polres Pelabuhan Belawan berhasil menangkap seorang pelaku pencurian di SMA Negeri 20 setelah hampir dua bulan dalam buronan. Keberhasilan ini merupakan hasil dari penyelidikan yang intensif dan upaya tanpa henti dari pihak kepolisian untuk menjaga keamanan di lingkungan sekolah. Penangkapan ini tidak hanya memberikan kelegaan bagi pihak sekolah dan masyarakat, tetapi juga menunjukkan komitmen Polres dalam menindaklanjuti laporan yang masuk.
Penangkapan Pelaku Pencurian
Pelaku yang berhasil ditangkap berinisial MC alias Joko, seorang pria berusia 32 tahun yang berasal dari Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Penangkapannya dilakukan oleh tim operasional Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan pada hari Senin, 20 April 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polres untuk menindaklanjuti kasus pencurian yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 20.
Proses Penyelidikan yang Intensif
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi menjelaskan bahwa penangkapan ini adalah hasil dari kerja keras dan ketekunan jajarannya. “Setelah kami menerima informasi mengenai keberadaan pelaku, tim segera bertindak dan berhasil menangkapnya di lokasi,” ungkap Rosef pada Rabu, 22 April 2026, menunjukkan betapa seriusnya pihak kepolisian dalam menangani kasus ini.
Kronologi Pencurian di SMA Negeri 20
Kasus ini bermula dari aksi pencurian yang terjadi pada dini hari, tepatnya pada 28 Februari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, pelaku bersama beberapa rekannya memasuki area SMA Negeri 20 dengan cara yang sangat hati-hati. Aksi mereka tidak berlangsung mulus, karena salah seorang saksi melihat dan mencoba menghentikan mereka.
Namun, pelaku tidak hanya melawan, tetapi juga melanjutkan aksinya dengan mengambil berbagai barang milik sekolah yang sangat berharga. Dalam kejadian tersebut, mereka berhasil mencuri:
- Pintu besi
- Jerjak pintu
- Lemari besi
- Material bangunan seperti baja ringan dan kanal
- Satu set gawang basket
Kerugian yang dialami pihak sekolah akibat pencurian ini ditaksir mencapai Rp13.525.000, sebuah jumlah yang cukup signifikan untuk sebuah institusi pendidikan.
Tindakan Intimidasi Pelaku
Selama aksi pencurian berlangsung, pelaku juga diketahui melakukan tindakan intimidasi terhadap petugas keamanan. Mereka menggunakan senjata tajam dan panah untuk mengancam, menciptakan suasana yang sangat menakutkan bagi siapapun yang berusaha menghentikan mereka. Ini menambah dimensi serius pada tindakan kejahatan yang mereka lakukan.
Langkah Hukum dan Penegakan Keamanan
Setelah kejadian, laporan resmi disampaikan kepada Polres Pelabuhan Belawan. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim operasional yang dipimpin oleh IPDA James Markus Manurung melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi para pelaku. Proses penyelidikan ini menunjukkan komitmen Polres dalam memastikan setiap laporan ditindaklanjuti dengan serius.
Pada hari Senin, 20 April, petugas kepolisian bergerak menuju Lorong 7 Umum, Bagan Deli, dan berhasil menangkap MC tanpa perlawanan. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pengakuan Pelaku dan Pengejaran Rekan-rekannya
Dalam pemeriksaan awal, pelaku MC mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa tindakan pencurian tersebut dilakukan bersama dua rekannya yang kini masih dalam pengejaran, yaitu Karno dan Ifan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun satu pelaku sudah ditangkap, upaya untuk menangkap pelaku lainnya akan terus dilakukan.
Komitmen Polres Pelabuhan Belawan
Kapolres Rosef menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. “Kami berkomitmen untuk menindak seluruh pelaku kejahatan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, menegaskan komitmen mereka terhadap keamanan masyarakat.
Keberhasilan dalam menangkap pelaku pencurian di SMA Negeri 20 ini tidak hanya menunjukkan kinerja baik dari jajaran kepolisian, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan bersama. Polres Pelabuhan Belawan berupaya untuk terus memberikan rasa aman bagi masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan, yang merupakan tempat di mana generasi penerus bangsa belajar dan berkembang.



